Categories
Artikel Edukasi

Cara Mencegah Virus Corona

Ketahanan corona virus di luar tubuh manusia sebetulnya tergantung pada jenis permukaan, suhu atau kelembapan lingkungan. Akan tetapi, virus corona tersebut dapat dibasmi pada permukaan jika disemprot desinfektan.

Desinfektan mengandung bahan kimia biosidal yang umumnya dapat membunuh mikroorganisme pada benda mati dengan disemprotkan langsung pada benda atau permukaan yang mungkin terinfeksi.

Dalam penelitian tadi disimpulkan bahwa mendesinfeksi permukaan dengan 0,1 persen natrium hipoklorit atau 62-71 persen etanol secara signifikan dapat mengurangi infektivitas virus corona pada permukaan dalam waktu paparan 1 menit.

  • Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

  • Menggunakan masker

Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.

Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

Selalu pergunakan masker saat keluar rumah
  • Mulai Terapkan Social Distancing atau Physical distancing

Langkah ke dua ialah dengan menerapkan social distancing atau pembatasan sosial, yaitu serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang bertujuan untuk memperlambat atau menghentikan penyebaran penyakit yang menular. Dalam hal ini WHO menghimbau untuk kita menjaga jarak minimal 1 meter dengan mereka yang sedang batuk ataupun bersin.

Mengapa demikian? sebab ketika batuk ataupun bersin itu berarti mereka menyemprotkan tetesan air kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus, dan jika kamu terlalu dekat kamu bisa menghirup tetesan air tersebut tanpa disadari akan sangat berbahaya jika tetesan air kecil itu mengandung virus corona didalamnya.

Dikutip dari Medcom.id, menjelaskan bahwa Dr Ramchandra Hankare, Kepala Kesehatan dari Pune Municipal Corporation (PMC) menyarankan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk sebisa mungkin menghindari kontak fisik atau berjabat tangan, karena kegiatan tersebut dapat menularkan penyakit. Indian Medical Association (IMA) membuat ajakan untuk melakukan Namaste. Namaste merupakan budaya yang dilestarikan oleh warga India, gerakannya hanya mengatupkan kedua tangan ketika memberi salam atau hendak bersalaman dengan seseorang.

Berikut ini grafik penyebaran bakteri dan kuman melalui sentuhan tangan

Mengenal sosial distancing
Pentingnya jaga jarak
  • Jangan Menyentuh Area Wajah dengan Tangan Kotor

Menyentuh area wajah menjadi kebiasaan yang memang sulit dihindari, namun mulai dari sekarang kamu harus bisa mengontrol tangan mu untuk tidak menyentuh area wajah selagi tangan mu terasa sedang tidak bersih. Langkah ini dianjurkan oleh WHO, karena mungkin saja virus sedang menempel di telapak tangan mu, dan ketika kamu menyentuh area wajah maka tangan mu dapat memindahkan virus tersebut ke mata, hidung dan mulut jika itu terjadi maka virus bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh mu.

  • Gunakan Etika Batuk dan Bersin dengan Benar

Untuk kamu yang masih suka batuk dan bersin sembarangan, coba deh untuk merubah kebiasaan mu itu, sebab itu menjadi cara penularan virus dengan cepat ke orang lain. Nyatanya masih banyak orang yang belum menerapkan hal yang mudah ini, bahkan badan organisasi kesehatan dunia (WHO) pun menjadikan etika batuk dan bersin menjadi cara pencegahan utama penyebaran virus corona.

Yaitu dengan cara mentup hidung dan mulut dengan tisu ketika batuk dan bersin, jika tidak terdapat tisu maka gunakanlah lengan atas karena lengan atas tidak terlalu sering kontak langsung dengan makanan ataupun alat makan, jika sudah terlanjur menutup hidung dan mulut dengan telapak tangan, maka segeralah cuci tangan mu minimal dengan menggunakan hand sanitizer.

Pentingnya Etika batuk
  • Jangan Ragu Untuk Mendapatkan Penanganan Medis

Saat ini sudah diberlakukan cek kesehatan melalui pengukuran suhu tubuh di fasilitas umum ataupun sosial seperti di bandara dan stasiun kereta untuk mengetahui siapa saja yang kemungkinan sedang tidak sehat untuk mencegah penyebaran virus di tempat tersebut.

Namun memang tindakan demikian membuat kita menjadi khawatir dan pasti sangat takut dan malu jika kita sampai menjadi orang yang positif terinfeksi virus corona, tetapi rasa khawatir dan malu itu adalah tindakan yang salah apalagi jika kamu sampai mentupi kondisi tubuh mu yang sedang tidak sehat. 

Jika kamu atau anggota keluarga mu sedang demam, batuk dan kesulitan bernapas maka harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya, jangan malu, takut ataupun ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar gejala-gejala tersebut segera mendapat penanganan tepat dan ingatlah untuk selalu memakai masker ketika kamu sedang merasa tidak sehat.

Kawan baik mulai dari sekarang kita harus tingkatkan kepedulian terhadap bahayanya virus corona, lakukanlah pencegahan untuk kamu dan keluarga dengan pola hidup bersih dan sehat setiap waktu, dan jangan pernah lupa untuk berbuat kebaikan walau kini kita sedang berjuang melawan virus corona.

Dilansir dari artikel kompas.com.  Sebuah studi yang dilakukan terhadap 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan mengungkapkan proses berkembangnya gejala virus corona yang umumnya dialami pasien dari hari ke hari. Perlu dicatat, bahwa penghitungan hari di sini dimulai sejak kemunculan gejala, bukan sejak terinfeksi. Sebab, penyakit Covid-19 memiliki masa inkubasi di mana pasien yang sudah terinfeksi belum menunjukkan gejala.

  1. Hari ke-1: kemunculan gejala, biasanya pasien mengalami demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian orang juga mengalami diare atau mual pada sehari atau dua hari sebelumnya.
  2. Hari ke-5: muncul kesulitan bernapas, khususnya bagi pasien yang berusia tua atau memiliki penyakit penyerta.
  3. Hari ke-7: pasien mulai dirawat di rumah sakit.
  4. Hari ke-8: untuk pasien yang mengalami kasus parah, mereka akan merasakan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). ARDS merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal.
  5. Hari ke-10: Jika gejala semakin memburuk, kemungkinan besar pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan dan mengalami sakit perut yang lebih parah daripada pasien dengan gejala ringan. Sebagian kecilnya meninggal dunia.
  6. Hari ke-17: Rata-rata pasien yang sembuh diizinkan pulang dari rumah sakit pada hari  ke-17 atau sekitar 2.5 minggu sejak gejala pertama kali muncul

Sumber: www.kompas.com/sains/read/2020/03/28/100400923/kenali-ciri-ciri-virus-corona-dari-hari-ke-hari-yang-harus-diwaspadai.

Prosedur pemeriksaan corona

Alur pemeriksaan kesehatan mandiri

Daftar Nama rumah sakit rujukan penanganan virus corona

Sumber: https://infeksiemerging.kemkes.go.id.  Klik Gambar untuk memperbesar
  • Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

bahan herbal penangkal corona
Sumber: https://katadata.co.id

Video Penjelasan  Manfaat bahan jamu untuk pencegahan Virus Corona

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

Video Penjelasan manfaat berjemur dibawah sinar matahari untuk menjaga kesehatan

Manfaat sinar matahari
Waktu Terbaik Untuk Berjemur
  • Protokol Isolasi Mandiri

Dilansir dari CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan protokol isolasi mandiri di rumah, selama wabah virus corona (SARS CoV-2). Surat Edaran mengenai Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam penanganan virus penyebab Covid-19 ini diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 16 Maret 2020. Isinya, soal panduan dan langkah pencegahan mendasar terkait penularan virus corona.

Panduan tersebut diterbitkan guna mengerem laju penyebaran virus corona di Indonesia. Dari kasus di pelbagai negara, isolasi merupakan salah satu cara efektif untuk menghambat penularan virus yang hingga Kamis (19/3) menginfeksi 218 ribu orang. Oleh karena itu, protokol isolasi mandiri sebaiknya dipatuhi setiap orang.

Berikut protokol isolasi diri sendiri di rumah berdasarkan surat edaran Kemenkes:

1. Jika sakit, tetap di rumah

Jika sakit atau sedang tidak enak badan seperti memiliki demam, flu, atau batuk, pilek jangan pergi bekerja, sekolah atau ke ruang publik lainnya untuk mencegah penularan penyakit.

Isolasi diri di rumah dan terus memantau kondisi diri. Saat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sebisa mungkin hindari penggunaan transportasi publik.

Di fasyankes, beri tahu dokter mengenai keluhan dan gejala yang dirasakan serta jika pernah mengunjungi daerah terdampak COVID-19 atau kontak dengan pasien positif COVID-19.

2. Yang dilakukan saat isolasi diri

  • Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja, dan jangan ke ruang publik.
  • Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya. Upayakan menjaga jarak dari anggota keluarga setidaknya 1 meter.
  • Gunakan masker selama masa isolasi diri.
  • Lakukan pengukuran suhu harian dan, obeservasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  • Hindari pemakaian bersama untuk peralatan makan (piring, sendok, gelas), peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung), dan linen/seprai.
  • Terapkan perilaku hidup sehat bersih dan sehat dengan konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan lakukan etika batuk dan bersin.
  • Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  • Jaga kesehatan rumah dengan cairan disinfektan.
  • Hubungi segera fasyankes jika sakit berlanjut seperti sesak napas untuk dirawat lebih lanjut.

3. Yang dilakukan selama pemantauan diri, setelah dari daerah terdampak atau kontak dengan pasien positif–tapi tak muncul gejala.

  • Lakukan observasi atau pemantauan diri sendiri di rumah.
  • Lakukan pengukuran suhu tubuh harian dan observasi gejala klinis.
  • Jika muncul gejala laporkan ke fasyankes terdekat.

ISOLASI MANDIRI. Apa, Kapan, dan Bagaimana?

Video Penjelasan Isolasi Mandiri

Cegah Virus Corona, Bagaimana Cara Isolasi Mandiri di Rumah?  #dirumahaja


Sponsored by:

MIZUCO

Gambar Mizuco

Apa itu Mizuco? Mizuco adalah mineral alkali yang terbuat dari mineral air laut yang diolah menggunakan teknologi Jepang. Mizuco Sudah banyak membantu proses penyembuhan berbagai penyakit seperti, kanker, tumor, stroke dan penyakit lainnya (Lihat Testimoni). Menurut Journal of Virology (klik Disini), virus corona tidak bisa bertahan hidup lama dalam tubuh yang memiliki pH 8.0.

Salah satu kemampuan Mizuco adalah memecah molekul lemak jahat yang sering kita temui dimakanan gorengan yang menjadi sumber kolestrol jahat. Silakan tonton video demo minyak goreng bekas yang menyatu dengan air

Pembuktian Mizuco mampu menguraikan lemak

Mizuco bisa menjadi hand sanitizer, ini mengacu kepada kemampuan mizuco bisa mengancurkan lemak pada video percobaan diatas dan juga mengutip pernyataan dokter Indro Chayono di dialog TV one pada menit ke 4.30;

“Sudah banyak sekali penelitian jurnal yang ada bahwa Glikoprotein akan hancur dengan banyak pelarut lemak mulai dari sabun biasa…”

Maka mizuco bisa dijadikan hand sanitizer. 

Cara membuat Mizuco Hand Sanitizer

Alat dan bahan:

  • 1 Botol Mizuco
  • 1 botol spray 100 ml baru
  •  air mineral/ air minum yang sudah dimasak

Cara membuat:

Masukkan 100 ml air mineral atau air minum kedalam botol Spray kemudian teteskan mizuco sebanyak 10 tetes, lalu tutup botol spray kocok sebentar. Mizuco Hand Sanitizer sudah siap digunakan. Pergunakan Mizuco Hand Sanitizer setiap saat, bisa juga disemprotkan di areal luka karena mizuco berfungsi membantu proses penyembuhan luka. Semprotkan areal wajah jika tanpa sengaja tangan kita menyentuh wajah, diamkan sampai mengering lalu bersihkan menggunaka tisu. Jika sering menggunakan Mizuco Sanitizer pada wajah, kulit wajah akan sehat dan segar karena mizuco memperbaiki sel-sel yang rusak.

1 Tetes Mizuco mampu meningkatkan pH air dengan takaran 1 tetes untuk 600 ml yang kita biasa minum menjadi pH 8.8 keatas, sehingga mampu memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi Inveksi Virus Corona. Dengan rajin minum mizuco tiap hari, tubuh kita menjadi sehat dan daya tahan tubuh meningkat. 1 botol Mizuco berisi 15 ml (200 tetes), jika dipergunakan setiap hari maka akan habis dalam 3-4 minggu, jadi sangat hemat dan praktis. Untuk harga eceran cuma Rp 250.000/botol belum termasuk ongkos kirim. Hati-hati dengan barang palsu, produk asli cuma di jual oleh member resmi. Jadi dengan rajin konsumsi Mizuco tubuh akan sehat serta sakit lainnya pun bisa disembuhkan. Selengkapnya tentang Mizuco >>>


Link Berita Terkait Virus Corona

Update sebaran Virus Corona terkini Website infeksiemerging.kemkes.go.id



Ayo bantu share ke medsos dan ke teman-teman agar semua bisa tertolong